Mengenal Model Kain Sarung Untuk Pria di Indonesia

Kain sarung merupakan salah satu pelengkap untuk melaksanakan ibadah. Sarung juga menjadi suatu ciri khas untuk para santri yang dalam kesehariannya suka mengenakan sarung. Kain sarung sendiri selain dipakai sebagai pelengkap ibadah rupanya juga memiliki banyak fungsi untuk penggunanya, seperti pelengkap baju tradisional dan lainnya.

Sarung rupanya berasal dari negara Yaman dan mulai masuk ke Indonesia pertama kali pada abad 14. Bahan pembuatan sarung ada banyak macamnya mulai dari bahan polyester, sutera dan katun. Di Indonesia, sarung memiliki banyak motif yang khas dengan daerahnya masing-masing. Hal tersebut memberikan ciri khas sendiri pada sarung yang dihasilkan dan bernilai seni tinggi.

Gudang Fashion Kain Sarung Pria Katun Hitam Putih | iLOTTE

Source by ilotte.com

Model Kain Sarung Untuk Pria

  1. Sarung Ulos

Sarung ulos berasal dari Sumatera Utara, tepatnya dikembangkan oleh masyarakat Batak. Warna sarung ulos didominasi oleh warna putih, merah dan hitam. Dari warna yang dominan tersebut, terdapat hiasan tenunan warna emas dan perak menjadikan warna kain sarung ulos terlihat cantik dan mewah. Sarung ulos pada perkembangannya, dimanfaatkan untuk acara formal seperti pesta pernikahan.

  1. Sarung tenun Samarinda

Sarung tenun Samarinda disebut juga sebagai sarung ikat. Proses pembuatannya yaitu dengan memakai alat tenun yang disebut gedokan. Karena masih dibuat dengan cara tradisional, proses pembuatan satu sarung bisa mencapai 2-3 hari.

Motif khas dari sarung ikat yaitu berbentuk geometris sehingga juga disebut sarung motif kotak-kotak. Seiring dengan perkembangannya, sarung ikat banyak dijadikan sebagai baju resmi seperti kemeja.

  1. Sarung sutera bugis

Sarung sutera Bugis berasal dari Sulawesi Selatan. Sarung sutera bugis ini mempunyai motif kotak-kotak serta garis yang membentuk segitiga. Motif ini, dahulu kala menunjukkan bahwa si pemilik sarung telah menikah atau belum.

Sarung sutera bugis umumnya dipakai untuk melengkapi baju bodo atau pakaian tradisional Bugis. Namun seiring perkembangannya, sarung ini tak hanya dipakai untuk upacara adat saja sebagai padanan baju bodo. Tetapi juga dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Sarung motif Ballo Reni dan Balo lobang umumnya dipakai oleh yang masih lajang, namun kini tak semua pria atau wanita lajang mengenakannya.

  1. Sarung poleng Bali

Pulau Bali juga memiliki sarung dengan motif khas pulau dewata tersebut. Sarung di Bali bisa dikatakan sebagai benda yang sakral untuk masyarakat Hindu. Sebab biasa dipakai dalam upacara keagaman, menuup pohon, umbul-umbul dan lainnya. Poleng sendiri ada banyak jenisnya. Poleng yang paling umum berwarna hitam dan putih.

  1. Sarung tenun goyor

Dari Jawa Tengah, terdapat sarung yang cukup terkenal yaitu sarung tenun goyor. Sarung tenun goyor seperti namanya dibuat dengan teknik tenun dan memiliki motif yang sangat indah. Maka tak heran jika banyak yang menyebut bahwa sarung goyor memiliki nilai senin yang tinggi. Meskipun dibuat menggunakan teknik tenun, hasil sarungnya tidak kaku dan terasa halus.

Sarung tenun goyor ada dua jenisnya yaitu sarung tenun goyor werengan dan sarung tenun goyor botolan. Perbedaan antara keduanya yaitu ada pada ragam motif yang menghias permukaan sarung tersebut.

Nah itu tadi 5 jenis sarung yang ada di Indonesia. Motif sarung khas daerah masing-masing menciptakan keunikan yang membuat masing-masing sarung terlihat indah dan cantik. Jika Anda berkunjung ke masing-masing daerah tersebut, Anda bisa menjadikan sarung sebagai oleh-oleh atau kenangan khas dari daerah tersebut.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top