Awal Mula Terciptanya Ciput Bandana

Menurut informasi yang di dapat, awal mula bandana ini berasal dari India. Istilah bandana itu sendiri merupakan bahasa Hindi yakni “bhandunu”, yang memiliki makna “mengikat”. Pada umumnya, ciput bandana tersebut terbuat dari bahan kain sutera berwarna kuning yang dihiasi dengan motif dots berwarna putih seperti jumputan.

Pada abad ke-16, para pedagang dari Portugis membawa bandana ke Eropa. Memasuki abad ke-18, bandana pun mulai terkenal di sebagian besar dataran Eropa, terlebih di Negara Inggris yang kerap digunakan sebagai syal atau dijadikan sapu tangan. Lain halnya dengan Amerika Serikat, dimana bandana tersebut sering dijadikan aksesoris oleh para cowboy, musisi hip-hop, bahkan menjadi identitas pada generasi tertentu.

Bandana mulai masuk ke Negara Indonesia pada era 80an, yang biasa dikenakan di dahi oleh para penari brakdance yang berfungsi sebagai penahan rambut. Tak hanya itu, tren bandana pun terus berlanjut ke era 90an yang memiliki beragam fungsi, seperti untuk merapikan bentuk pemakaian hijab, untuk bergaya, untuk menghangatkan kepala, dan lain sebagainya. Hingga sekarang, bandana kerap dijadikan ciput oleh para hijabers Indonesia.  Adapun mengenai beragam jenis-jenis ciput yang harus kalian ketahui, seperti dibawah ini:

Ciput Pet Karet– Elzatta Hijab Official

Source by pinterest.com

  1. Ciput Antem (Anti Tembem)

Jenis ciput yang satu ini sangat ideal bagi mereka yang memiliki pipi tembem. Dengan menggunakan jenis ciput antem, maka bentuk wajahmu akan tersamarkan dan menciptakan efek tirus lho. Ya, hal tersebut berkat bentuk dari ciputnya yang agak menjorok ke depan dan menutupi sebagian pipi hingga dagu.

  1. Ciput Bandana

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi, bahwa ciput bandana biasa digunakan untuk menutupi area dahi sampai ubun-ubun kepala, dan menjaga rambut agar tidak keluar dari hijab.

  1. Ciput Rajut

Sekilas ciput rajut memiliki bentuk yang sama dengan jenis ciput bandana. Namun, ciput rajut memiliki ukuran yang jauh lebih lebar sehingga bisa menjangkau ke area belakang kepala. Berkat material yang digunakannya terbuat dari bahan rajut, maka tak heran jika jenis ciput tersebut sangat nyaman saat dipakai.

  1. Ciput Ninja

Ciput ninja mempunyai desain dan bentuk yang mirip dengan bergo. Itu sebabnya, mengapa ciput ninja kerap digunakan untuk menutup seluruh area leher dan kepala. Tak hanya itu, ciput ninja ini juga kerap dipakai oleh mereka yang biasa menggunakan hijab berbahan tipis.

  1. Ciput Arab

Biasanya jenis ciput Arab mempunyai bentuk simple yang menyerupai topi kupluk, sehingga dapat memudahkan kamu saat hendak memakainya. Salah satu keunggulan dari jenis ciput Arab, yakni dapat menutupi seluruh area rambutmu.

  1. Ciput Pet

Inner atau dalaman hijab yang satu ini memiliki bentuk yang menyerupai ciput Arab. Namun yang menjadi pembedanya, ciput pet tampil dengan bentuk topi yang agak lebih mancung untuk memastikan hijabmu terpasang dengan rapi dan sempurna.

  1. Ciput Anti Budeg

Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pendengaran yang terganggu merupakan salah satu masalah yang kerap kita alami saat memakai hijab dalam waktu yang lama. Pasalnya, hal tersebut dikarenakan bagian telinga tertutupi oleh ciput. Bisa jadi juga masalah ini muncul karena pemilihan ciput yang tidak sesuai. Dengan menggunakan jenis ciput anti budeg, tentu saja kamu tidak akan lagi mengalami masalah tersebut.

Demikianlah ulasan singkat seputar sejarah ciput dan jenis-jenisnya, sehingga bisa kamu jadikan sebagai penambah wawasan.

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top