Asal Usul Perintah Kewajiban Muslimah Menggunakan Jilbab

Salah satu perintah dalam ajaran agama Islam adalah jilbab. Jilbab merupakan kewajiban bagi setiap muslimah yang telah berusia baligh. Antara Hijab, jilbab, atau khimar merupakan hal yang sama. Dimana ketiganya memiliki makna kain yang digunakan sebagai bahan untuk menutupi bagian kepala lalu dijulurkan hingga bagian dada seorang muslimah.

Dalam kamus Lisaan al-Arab, jilbab berasal dari kata al-jalb yang berarti menjulurkan atau memaparkan sesuatu hal dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan khimar dalam kitab yang sama memiliki arti sebagai kerudung. Tetapi sebagian ahli mengatakan bahwa khimar merupakan penutup kepala wanita. Sedangkan hijab dalam kamus Lisaan al-Arab memiliki arti penutup kepala.

Berikut dibawah ini beberapa fakta menarik tentang asal usul perintah penggunaan hijab, jilbab, atau khimar diantaranya yaitu :

  1. Perintah Berjilbab Dalam QS al-Ahzab Ayat 59

Perintah untuk menggunakan jilbab telah diturunkan  Allah SWT yang tertulis dalam QS al-Ahzab ayat 59 yang berbunyi, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu, dan istri istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ! Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenali (menjadi identitas), dan karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

  1. Dua Sebab Allah SWT Memerintahkan Perempuan Muslimah Menggunakan Hijab

Dalam surat diatas, bisa dilihat adanya dua alasan atau sebab mengapa Allah SWT memerintahkan perempuan Muslimah untuk menggunakan hijab. Sebab pertama yaitu supaya Muslimah lebih mudah dikenali dan menjadi ciri khas atau pembeda dari perempuan lainnya. Dan sebab kedua yaitu supaya tetap terjaganya kewibawaan karakter dan watak keperempuannya, dijelaskan dalam ayat tersebut supaya kaum perempuan tidak disakiti dan diganggu.

  1. QS al-Ahzab Ayat 59 Diturunkan Karena Situasi Sosial Tidak Aman Dan Ramah Bagi Perempuan

Sebagian besar ahli tafsir menjelaskan bahwa diturunkannya QS al-Ahzab Ayat 59 dikarenakan pada saat itu situasi sosial tidak aman dan ramah terhadap perempuan. Pada saat itu, lokasi untuk membuang hajat jauh dari tempat tinggal, sehingga untuk menyelesaikan masalah tersebut para perempuan harus keluar rumah tengah malam. Tetapi saat itu di Madinah masih banyak sekali orang fasik yang suka menganggu perempuan, terlebih pada malam hari.

Biasanya perempuan merdeka atau hurrah saat itu akan pergi bersama budak perempuan atau amah. Dalam perjalanan seringkali adanya sekelompok orang yang menganggu budak perempuan. Tetapi karena tidak ada perbedaan yang jelas antara budak dan perempuan merdeka di malam hari, maka perempuan merdeka juga akhirnya tidak bisa menghindari dari gangguan laki laki hidung belang. Oleh karena itu supaya aman dan tidak diganggu, Allah SWT memerintahkan perempuan Muslimah untuk menggunakan hijab supaya berbeda dengan budak perempuan.

  1. Jilbab Untuk Menutup Aurat Perempuan

Disisi lain, Allah SWT juga menekankan tentang aurat bagi perempuan. Secara keseluruhan yang ada pada diri wanita disebut sebagai aurat dan yang boleh melihat hanya mahramnya saja.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dalam HR Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Wanita adalah aurat, maka apabila dia keluar (rumah), maka setan tampil membelalakkan matanya dan bermaksud buruk terhadapnya.”

Hal ini jelas dapat memperkuat alasan seorang wanita Muslimah harus menggunakan hijab yaitu untuk menutupi auratnya dan supaya terhindar dari fitnah.

Itulah sejarah asal usul setiap wanita Muslimah di seluruh dunia harus menggunakan hijab.

 

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top